Translate

Showing posts with label Wacana umum. Show all posts
Showing posts with label Wacana umum. Show all posts

Wednesday, May 17, 2017

Menebak Strategi jokowi


Secara etimologi Kata "strategi" adalah turunan dari kata dalam bahasa Yunani, stratēgos. Adapun stratēgos dapat diterjemahkan sebagai 'komandan militer' pada zaman demokrasi Athena.

Menurut Wikipedia Strategi adalah pendekatan secara keseluruhan yang berkaitan dengan pelaksanaan gagasan, perencanaan, dan eksekusi sebuah aktivitas dalam kurun waktu tertentu.

Menurut Carl Von Clausewits (Carl Philipp Gottfried) (1780-1831) seorang ahli strategi dan peperangan, Pengertian strategi adalah penggunaan pertempuran untuk memenangkan peperangan “the use of engagements for the object of war” . Kemudian dia menambahkan bahwa politik atau policy merupakan hal yang terjadi setelah terjadinya perang (War is a mere continuation of politics by other means / Der Krieg ist eine bloße Fortsetzung der Politik mit anderen Mitteln). 

Di dalam strategi yang baik terdapat koordinasi tim kerja, memiliki tema, mengidentifikasi faktor pendukung yang sesuai dengan prinsip-prinsip pelaksanaan gagasan secara rasional, efisien dalam pendanaan, dan memiliki taktik untuk mencapai tujuan secara efektif.

Strategi dibedakan dengan taktik yang memiliki ruang lingkup yang lebih sempit dan waktu yang lebih singkat, walaupun pada umumnya orang sering kali mencampuradukkan ke dua kata tersebut.

Pada awalnya kata ini dipergunakan untuk kepentingan militer saja tetapi kemudian berkembang ke berbagai bidang yang berbeda seperti strategi bisnis, olahraga (misalnya sepak bola dan tenis), catur, ekonomi, pemasaran, perdagangan, manajemen strategi, dll.

Menurut penulis strategi adalah cara untuk menang.

Bicara tentang strategi tidak lepas dari 36 strategi perang ala sun tzu yang pada jaman ini lebih banyak digunakan dalam peperangan politik dan bisnis. 

Siapa yang dapat mengenali dirinya sendiri dan lawan secara mendalam, maka ia berada pada jalan yang benar menuju kemenangan. Siapa yang dapat memahami dirinya sendiri tapi tidak dengan lawannya, maka ia hanya akan berpeluang sama besar untuk menang. Siapa yang tidak dapat mengenali dirinya sendiri maupun lawan, maka ia berada pada kehancuran dalam peperangan (Tzu, 1998)

Terdapat 3 turning point dari strategi yang diajarkan oleh Sun Tzu. Pertama, seorang jendral harus bisa bercermin dengan mengetahui siapa dirinya juga musuhnya, dari segi ini kemudian seorang jendral dapat menemukan informasi tentang langkah apa yang harus ditempuh selanjutnya. Kedua, sebisa mungkin melumpuhkan lawan tanpa harus terjadi pertempuran. Sun Tzu dikenal sebagai seorang jendral yang cerdas dan dapat mengkalkulasi waktu yang tepat untuk melancarkan penyerangan. Ketiga, serang lawan pada titik lemahnya bukan pada kelebihannya, karena mengerahkan pasukan untuk menyerang pada kelebihan lawan membutuhkan tenaga yang banyak dan dinilai tidak efektif (Tzu, 1998).

Selain sun tsu di tiongkok,indonesia pernah punya jendral besar bernama Soedirman yang secara langsung mengaplikasikan strategi perang gerilya.Dimana strategi ini susah ditebak musuh karena serangan çepatnya dan lari setelahnya serta susah juga dijalankan karena harus terus berpindah dari tempat satu ke tempat lain sesegera mungkin.

Dimasa sekarang kita kenal Jokowi sebagai ahli strategi yang bisa dikatakan ulung,ulet,sabar dan pembunuh berdarah dingin.Sangat susah ditebak kapan,apa dan dimana aksi nya meredam berbagai macam polemik yang terjadi  dinegara yang dipimpin nya. Langkah Jokowi terkesan lambat, tetapi track record selama menjadi Presiden menyelesaikan masalah KMP vs KIH dan Polri vs KPK, menunjukkan bahwa caranya efektif. Jokowi hanya tampak emosional saat demo 411 yang berpotensi rusuh.

Tetapi tidak lama kemudian ia berhasil menguasai dirinya dengan menghadapi demonstran di 212 dengan turun langsung untuk berjamaah sholat jumat.

Bahkan perintah pembubaran HTI dilakukan sebelum putusan vonis Ahok, yang menandakan bahwa Jokowi sudah menyiapkan kemungkinan terburuk.

Kenapa pembubaran HTI dilakukan sebelum vonis Ahok? Supaya tidak memperbesar isu bahwa itu balas dendam Jokowi karena vonis Ahok. Jokowi berusaha menghindarkan target senjata ke arahnya. Dia berusaha meredam isu yang akan diperbesar lawannya bahwa ia "memusuhi Islam".

Jokowi menggabungkan strategi sun tsu dan gerilya secara berjamaah,menjadi bapak sekaligus teman bagi rakyat nya,membunuh secara perlahan dan efektif tanpa pertumpahan ludah(baca : teriak-teriak,debat,mencaci maki).

Jokowi tahu benar Kekuatan finansial mereka sangat dahsyat, bahkan untuk satu momen aksi massa saja mereka dikabarkan berani mengeluarkan sampai 100 miliar rupiah. Bisa dibilang bahwa ini aksi gabungan dan saling menunggangi antar politikus, pengusaha dan kelompok radikal.

Karena itu -sesuai dengan sifatnya- ia tidak terpancing bereaksi terhadap apapun yang terjadi, bahkan ketika sahabatnya Ahok akhirnya harus rela masuk sel karena bobroknya pengadilan yang masuk dalam permainan para mafia-mafia ini. (Strategi 11 Pohon prem berkorban untuk pohon persik. (Mengorbankan perak untuk mempertahankan emas).Di ibaratkan sahabatnya itu perak dan emasnya adalah persatuan dan perdamaian negeri.

Apa yang kira-kira akan diperbuat jokowi setelah ini….?

Ada banyak kemungkinan 

1. Strategi 18 Kalahkan musuh dengan menangkap pemimpinnya. Jika tentara musuh kuat tetapi dipimpin oleh komandan yang mengandalkan uang dan ancaman, maka ambil pemimpinnya. Jika komandan mati atau tertangkap maka sisa pasukannya akan terpecah belah atau akan lari ke pihak anda. Cth : kasus imam besar FPI sekarang kenapa seperti sangat lambat? Proses dibuat agak sedikit lambat supaya kehancurannya sempurna. Biarkan persepsi masyarakat terbentuk dulu dengan opini2 yang membunuh karakter HRS, karena toh ia tidak bisa kemana-mana.
Dan polisi seperti sangat menikmati proses ini….

2. Strategi 19 Jauhkan kayu bakar dari tungku masak. (Lepaskan pegangan kayu dari kapaknya.) Ketika berhadapan dengan musuh yang sangat kuat untuk menghadapinya secara langsung anda harus melemahkannya dengan meruntuhkan pondasinya dan menyerang sumberdayanya. Contoh : Penekanan the Freeport yang tetap berlanjut dimana ditengarai bahwa perusahaan ini ikut membiayai ormas-ormas radikal yang dibuktikan dengan menggunakan pengacara yang sudah berbaiat pada ISIS.

3. Strategi 27 Pura-pura menjadi seekor babi untuk memakan macan. (Bergaya bodoh.) Sembunyi di balik topeng ketololan, mabuk, atau gila untuk menciptakan kebingungan atas tujuan dan motivasi anda. Giring lawan anda ke dalam sikap meremehkan kemampuan anda sampai pada akhirnya terlalu yakin akan diri sendiri sehingga menurunkan level pertahanannya. Pada situasi ini anda dapat menyerangnya. Strategi ini sudah berjalan sangat baik dari sejak menjabat sebagai pemimpin negara hingga sekarang.

4. Strategi 30 Buat tuan rumah dan tamu bertukar tempat. Kalahkan musuh dari dalam dengan menyusup ke dalam benteng lawan di bawah muslihat kerjasama, penyerahan diri, atau perjanjian damai. Dengan cara ini anda akan menemukan kelemahan dan kemudian saat pasukan musuh sedang beristirahat, serang secara langsung ke jantung pertahanannya.Karena sudah mengetahui besar nya kekuatan musuh dan pasukan medianya masih panas,jokowi menunggu sedikit kesalahan yang langsung digunakan untuk menghabisi musuh telak lewat media maupun yang lain.

5. Strategi 36 Selain dari semua hal di atas, salah satu yang paling dikenal adalah strategi ke 36: lari untuk bertempur di lain waktu. Hal ini diabadikan dalam bentuk peribahasa Cina: ”Jika seluruhnya gagal, mundur” Jika keadaannya jelas bahwa seluruh rencana aksi anda akan mengalami kegagalan, mundurlah dan konsolidasi pasukan. Ketika pihak anda mengalami kekalahan hanya ada tiga pilihan: menyerah, kompromi, atau melarikan diri. Menyerah adalah kekalahan total, kompromi adalah setengah kalah, tapi melarikan diri bukanlah sebuah kekalahan. Selama anda tidak kalah, anda masih memiliki sebuah kesempatan untuk menang!


Yang mana menurut anda ?atau ada punya pendapat lain ?

Sumber : diolah dari berbagai macam sumber

Wednesday, May 10, 2017

K H I L A F A H




Khilafah, secara etimologis, adalah kedudukan pengganti yang menggantikan orang sebelumnya. Menurut terminologi syar'i, khilafah diartikan sebagai kepimpinan umum, yang menjadi hak seluruh kaum muslimin di dunia untuk menegakkan hukum syariat Islam (hukum Allah) dan mengemban dakwah Islam ke seluruh dunia.
Batasan “kepimpinan umum” mempunyai konotasi, bahwa khilafah Islam bertugas mengurusi seluruh urusan, yang meliputi pelaksanaan semua hukum syara’ terhadap rakyat, tanpa terkecuali meliputi muslim dan non-muslim. Mulai dari masalah akidah, ibadah, ekonomi, sosial, pendidikan, politik dalam dan luar negeri, semuanya diurus oleh khilafah Islam.
Jika Anda membuka kitab Lisanul Arab karya Imam Ibnu Mandzur, maka Anda semua akan mendapatkan definisi seperti ini. Bentuk dan sistem pemerintahan Islam adalah sebagai berikut: 
 a.Negara Islam tidak berbentuk federasi ataupun persemakmuran (commonwealth), tetapi berbentuk kesatuan (union).
 b.Sistem pemerintahan Islam tidak berbentuk kerajaan (monarki), baik absolut, seperti kerajaan Saudi Arabia, maupun perlementer, seperti kerajaan Malaysia.  Juga tidak berbentuk republik, baik presidensial, seperti Indonesia, maupun parlementer, seperti Rusia. Tetapi sistem pemerintahan Islam adalah sistem khilafah, dimana khalifah tidak seperti presiden, juga tidak seperti perdana menteri, atau raja.
 c.Sistem pemerintahan Islam juga tidak berbentuk demokrasi, teokrasi, ataupun autokrasi. Tetapi, sistem pemerintahan Islam adalah sistem khilafah yang tidak sama dengan model pemerintahan yang ada di dunia saat ini.
 d.Sistem  pemerintahan Islam berbentuk sentralisasi, sedangkan administrasi atau birokrasinya menganut sistem desentralisasi.
 e.Bentuk negara Islam yang sesungguhnya juga bukanlah bentuk negara bangsa (nation-state) seperti yang digagas oleh Sekarmadji Maridjan Kartosoewiryo dengan Negara Islam Indonesianya. Tetapi bentuk negara Islam adalah bentuk negara global internasional, sebagai bentuk persatuan umat Islam sedunia.

Sejarah kekhalifahan sering dibahas dengan penuh kebanggaan. Namun tidak sedikit pula suara-suara yang lebih kritis membedah persoalannya secara lebih detil dan teliti. Maududi, misalnya, melakukan telaah kritis terhadap sejarah, dan menyimpulkan bahwa hampir sepanjang sejarahnya khilafah dari Dinasti Umayyah hingga ke Turki Usmani tak lebih dari sekedar kerajaan-kerajaan yang berbaju Islam saja. Mereka mencatat banyak kemajuan dalam hal luasnya daerah kekuasaan, juga kemajuan ekonomi serta ilmu pengetahuan, namun perilaku elit kerajaan sangat jauh dari nilai-nilai Islam. 

Lalu bagaimana dengan masa khulafaur rasyidin? Masa ini sering dibahas dengan penuh pujian. Namun bagaimana pun juga situasinya tetap bisa dilihat secara kritis. 


Begitu nabi wafat, orang-orang Anshar langsung berunding untuk mencari pemimpin dari kalangan mereka. Ini didengar oleh Umar dan Abu Bakar. Mereka berdua kemudian mendatangi pertemuan itu, kemudian berhasil meyakinkan hadirin bahwa Abu Bakar lebih pantas memimpin. Sementara itu Ali yang masih sibuk mengurus jenazah sahabat, mertua, sekaligus sepupunya, tidak ikut dalam pertemuan itu. Ketika tahu soal itu Ali marah. Ia sendiri merasa paling berhak menggantikan posisi nabi sebagai pemimpin. Karena itu pada mulanya ia enggan berbaiat. Menurut catatan sejarah Ali baru berbaiat setelah Fatimah wafat, 6 bulan kemudian.
Coba kita kaji kembali situasinya. Di mana sistemnya? Kalau ada sistem tentu tak seperti itu bentuknya. Ali dilibatkan, sehingga ia tak perlu marah. Akibatnya tak akan ada perpecahan Sunni-Syiah yang abadi hingga kini. Tidak ada panduan tentang siapa atau bagaimana kriteria orang yang akan jadi pemimpin, bagaimana proses pemilihan. Yang terjadi adalah balapan politik. Untungnya Ali kemudian berlapang dada menerima, kemudian berbaiat kepada Abu Bakar.
Setelah itu proses peralihan kepemimpinan beragam caranya, tergantung siapa yang sedang berkuasa. Abu Bakar menunjuk Umar, Umar membentuk panitia. Ali diangkat dalam keadaan genting oleh penduduk Madinah. Satu hal yang dilakukan Ali dalam pemerintahannya adalah mengganti orang-orang yang diangkat oleh Usman. Pada akhirnya Ali kemudian harus berhadapan dengan Muawiyah, orang dekat Usman. Tak tanggung-tanggung, mereka bertempur di medan perang. Umat yang katanya bersaudara itu kini saling bunuh.
Dengan terpilihnya Sayyidina Umar bin Khatab, Sayyidina Utsman bin Affan, Sayyidina Ali bin Abi Thalib, mereka diangkat menjadi khalifah melalui pilihan yang demokratis. Apakah Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali yang menyetujui adanya pilihan demokratis ini juga kafir? Naudzu billah min dzalik. Jangan-jangan kelompok pedukung “Khilafah” mereka itu mendapat warisan dari kaum Khawarij yang mengkafirkan sahabat Utsman, Ali, Abu Musa Al Asy’-ari yang akhirnya mereka membunuh sahabat Ali R.a. Mereka adalah kaum yang mudah mengkafirkan orang yang tidak sefaham.
Sungguh konyol ada yang berusaha menghidupkan Kembali “sistem” pemerintahan yang telah terbukti gagal itu. Mereka ngotot bahwa Khilafah adalah satu-satunya sistem atau bentuk pemerintahan yang Islami. Selainnya itu Kufur.
Mereka berpandangan akibat sistem sekuler negara bangsa, umat Islam terpecah belah dan terpisah karena batas-batas negara. Intinya mereka bercita-cita menyatukan semua umat Islam di seluruh dunia dalam satu naungan yang namanya Khilafah dan dipimpin oleh seorang yang disebut Khalifah, konsekuensinya adalah menghapus negara bangsa seperti Indonesia, Suriah, Irak, Libya, Malaysia, Mesir, dan seterusnya. Ini adalah khayalan hampa dan angan-angan kosong mereka, nyatanya mereka banyak membunuh dan melakukan kejahatan yang amat sadis dan kekejian mereka tak sesuai dengan Agama apapun apalagi menurut Islam. Jadi agama apa yang dianut oleh kelompok “khilafah” ini? 
Ternyata yang menjalankan dan ingin membentuk negara “khilafah” ini adalah IS/ISIS, kelompok Radikal, serta kelompok pengikut aliran sesat Wahabi yang notabene mereka adalah penganut agama yang keras dan sangat kaku sekali, dan mereka berpandangan bahwa pemerintahan Turki Utsmani yang runtuh pada tahun 1924 adalah sebuah Kekhalifahan, padahal jelas-jelas itu adalah Kerajaan. Kalaupun Turki Utsmani itu sebuah Khilafah, justru itu adalah bukti sejarah betapa Khilafah itu rapuh dan punah.
Bentuk pemerintahan Islam juga sama sekali tidak dijelaskan dalam Alquran dan Hadis-hadis nabi Muhammad Saw, apakah negara Islam itu berbentuk Monarki sebagaimana umumnya negara Arab saat ini atau bentuk republik sebagaimana mayoritas negara di dunia saat ini yang mengadopsi sistim demokrasi, semuanya tergantung kepada umatnya.
Nabipun tidak menetapkan suatu sistim dalam pemerintahannya dan tidak mengklaim bahwa apa yang dijalankan adalah sistim khilafah. Islam hanya mendorong umatnya agar tetap menjunjung tinggi esensi-esensi islam dan menjadikan islam sebagai pedoman hidup untuk kebahagian dunia dan akhirat tanpa menentukan bentuk pemerintahan yang harus dijalankan. Yang terpenting bagi Islam adalah menjalankan esensi-esensi islam yang meliputi aqidah, syariah  dan ihsan atau moral. Adapun bentuk pemerintahan seperti, khilafah sama sekali tidak disinggung dalam Islam baik di dalam Alquran maupun hadis Nabi Muhammad Saw.
Jika mengamati lebih dalam sistim yang dijalankann Nabi Muhammad Saw selama di Madinah adalah cenderung mirip dengan sistim pemerinhan konfederasi, dimana kepala-kepala suku tetap berkuasa dalam komunitas sukunya dan menentukan sistim adminsitrasi yang dikehendaki baik dalam memilih maupun dalam menentukan kebijakan. Nabi tidak ikut campur terhadap urusan internal setiap suku dan sepenuhnya menyerahkan kepada kepala-kepala sukunya untuk mengatur urusannya.
Yang menjadi perhatian Nabi adalah bagaimana setiap kepala suku mewujudkan masyarakat yang Islami yang menghormati hak-hak asasi manusia dan perlindungan terhadap kaum dhuafa serta perhatian kaum pakir misikin dan kaum wanita. Posisi Nabi Muhammad Saw di kalangan kepala suku bukanlah  khalifah atau Amir atau raja akan tetapi ia adalah guru (muallim) kepada semua kepala-kepala suku termasuk suku yang belum menganut Islam atau agama lain di Madinah.
Kepala suku dan tokoh agama tetap berkuasa dalam lingkungannya dan mengatur masing-masing urusan dalam sukunya tanpa keterlibatan Rasulullah. Pelaksanaan hukum dalam satu komunitas suku tetap mengacu kepada kebiasaan setiap suku dalam menyelesaikan persoalan yang muncul dalam setiap komunitasnya. Nabi hanya mengarahkan dan mengajarkan tentang penyelesaian setiap kasus yang didasarkan pada ajaran-ajaran Islam. Sistim ini seperti yang dikatakan di atas adalah sama dengan sistim pemerintahan konfederasi.
Semestinya para pendukung berdirinya negara Khilafah tidak mesti berjuang apalagi menjadi teroris untuk mencapai tujuannya karena bentuk pemerintahan yang diinginkan sebenarnya sudah di depan mata mereka tinggal mengisi dan memanfaatkan peluang tersebut. Undang-undang negara dimanapun di dunia ini termasuk di Indonesia yang sudah mengadopsi sistim demokrasi dimana setiap warga negara memiliki hak memilih dan dipilih merupakan sebuah kesempatan emas untuk maju menjadi pemimpin.
Jika menang dalam pemilihan maka ini sebuah kemajuan kongkrit yang dicapai oleh kelompok pendukung negara Khilafah artinya melalui kepemimpinanya ia dapat mengimpelementasikan esensi-esensi Islam tanpa harus merubah Konstitusi dan Undang-Undang Dasar Negara yang sudah menjadi komitmen bersama karena Islam sendiri tidak mempersoalkan bentuk dan falsafah negara yang penting substansinya tidak berbeda dengan esensi-esensi Islam.

Note : abaikan gambar

Sumber : diambil dari berbagai sumber

Tuesday, May 9, 2017

Islam dan pengikut "keras"


Agama bisa menjadi mesin pembunuh yang mematikan atau medium pengrusak yang kejam, karena ia memuat teks, ajaran, doktrin, diskursus, slogan, jargon, dan simbol-simbol yang mampu mengilhami, mendorong, dan menggerakkan para penganut agama yang hiperfanatik untuk melakukan aneka tindakan kejahatan kemanusiaan yang brutal.
Memang dalam setiap melakukan aksi-aksi terorisme dan bentuk-bentuk kekerasan lain, kelompok teroris dan para pelaku tindakan kriminal atas nama agama ini (seperti aktivis Islamic State of Iraq and Syria-ISIS, Al-Qaedah, Al-Nusra, Taliban, Boko Haram, dlsb) juga tidak henti-hentinya mengutip ayat-ayat tertentu, melafalkan dalil-dalil tertentu, mengibarkan simbol-simbol keagamaan tertentu, meneriakkan jargon-jargon keagamaan tertentu, dan memekikkan kalimat-kalimat keagamaan tertentu. Kelompok radikal agama ini selalu mengeksploitasi wacana, ajaran, dan simbol-simbol keagamaan (keislaman) untuk kemudian dijadikan sebagai "legitimasi teologis” guna menggerus dan melibas individu dan kelompok agama lain yang mereka anggap sesat dan kafir.
Ironisnya, para pelaku kriminalitas itu sendiri menganggap perbuatan jahat yang mereka lakukan sebagai "perbuatan mulia” yang berpahala dengan ganjaran surga. Itulah yang diyakini para komplotan teroris-jihadis yang tergabung dalam berbagai sindikat terorisme internasional yang tersebar di berbagai negara. Meskipun telah melakukan kejahatan kemanusiaan, mereka tidak merasa berdosa sedikitpun bahkan dengan percaya diri mereka menganggap perbuatan terorisme dan kekerasan itu sudah sesuai dengan "perintah agama” dan "amanat Tuhan”.
Penting untuk dicatat bahwa mereka tidak hanya melakukan "kekerasan fisik” seperti pengeboman, kerusuhan, pengrusakan, pembakaran, pengusiran, penjarahan dlsb. Tetapi juga "kekerasan kultural” berupa penghinaan, pelecehan, dan stigmatisasi menyesatkan lain yang menggunakan doktrin, diskursus, ajaran, teks, dan simbol-simbol keagamaan sebagai dasar legitimasi dan justifikasi tindakan kekerasan yang mereka lakukan.
Dalam konteks ini, maka ulama atau ormas-ormas keislaman yang rajin mengeluarkan "fatwa-fatwa sesat” atas kelompok keagamaan atau sekte tertentu sebetulnya juga telah melakukan tindakan "kekerasan agama” karena mereka telah memproduksi fatwa-fatwa kebencian (dan kesesatan) yang kemudian dijadikan sebagai dasar kelompok "Islam ekstrim” untuk melakukan tindakan kekerasan fisik.

Mempraktikkan wajah keislaman yang dewasa
Menyaksikan merebaknya realitas "kekerasan agama” dan praktik keberagamaan yang tidak peka terhadap kemajemukan ini, membuat tugas dan beban yang ditanggung pemerintah pada umumnya dan kaum moderat agama khususnya semakin bertambah berat. Ke depan, umat beragama di bumi pertiwi Indonesia, lebih khusus lagi kaum Muslim, harus semakin memperbanyak "amalan wirid” keislaman yang mencerahkan, mencerdaskan, dan menyejukkan.
Islam yang agung ini hanya akan dihargai keagungannya oleh umat, agama dan bangsa lain jika kaum Muslim mempraktikkan wajah keislaman yang dewasa, cerdas, ramah, santun, damai, dan demokratik. Percayalah bahwa perilaku (sebagian) umat Islam yang sangar, kasar, arogan, sinis, dan kejam seperti dipraktikkan kaum teroris dan kelompok "Islam ekstrim” hanya akan memperburuk citra agama dan umat Islam itu sendiri.
Alih-alih ingin menegakkan Islam sebagai agama yang "unggul dan tidak ada yang lebih unggul darinya” (ya'lu wa la yu'la alaih) seperti yang selama ini didengungkan oleh kaum Muslim militan-konservatif, citra agama "rahmatan lil alamin” (rahmat bagi seluruh alam) ini justru melorot akibat aneka ragam perilaku "uncivil” dan biadab sejumlah kelompok "Islam ekstrim” dan kaum radikal agama tadi.
Pekik takbir "Allahu Akbar” (Tuhan Maha Besar) yang mereka kumandangkan dalam setiap tindakan intoleransi serta aksi kekerasan dan pengrusakan adalah sebuah pemandangan paradoks dan ironi keagamaan sekaligus bentuk "pengkambinghitaman” terhadap Allah yang Maha Besar itu. Bagaimana tidak, Allah Yang Maha Agung itu didengungkan oleh tangan-tangan kotor dan mulut-mulut kasar kaum "Islam ekstrim” untuk melakukan tindakan kejahatan kemanusiaan?


Membahayakan keutuhan bernegara
Apapun alasannya, tindakan kekerasan agama itu baik dalam bentuk terorisme, pengusiran, pengrusakan, penjarahan, serta aneka ragam aksi intoleran harus dihentikan dan dilenyapkan dari muka bumi. Aksi-aksi "kekerasan berbasis agama” ini tidak hanya mengancam eksistensi minoritas agama, mengancam kemajemukan bangsa, atau berlawanan dengan hak-hak dasar manusia, melainkan juga membahayakan keutuhan bangsa dan negara itu sendiri. Sebab para pelaku tindakan kekerasan ini mempunyai semangat militan untuk menyeragamkan pemikiran dan praktik keagamaan masyarakat yang beraneka ragam ini.
Selain itu, mereka juga membawa bendera ideologi keagamaan tertentu yang berpotensi mengancam eksistensi Pancasila sebagai dasar negara sekaligus "common ground” berbagai kelompok masyarakat di bumi pertiwi ini.
Untuk itulah, semua elemen masyarakat, pemerintah, dan aparatus negara harus bahu-membahu bekerja sama menghentikan tindakan anarkis-radikal dan terorisme yang dilakukan kelompok militan agama. Aparat hukum juga harus bertindak tegas terhadap kelompok radikal agama ini yang memang sudah jelas-jelas telah melanggar hak-hak asasi manusia (khususnya hak-hak untuk berekspresi dan menyatakan keyakinan), melawan hukum, meresahkan masyarakat, serta mengganggu ketertiban umum dan kenyamanan publik.
Hanya dengan sikap dan tindakan tegas inilah, Indonesia yang didirikan oleh berbagai komponen bangsa ini akan dihargai martabatnya baik di dalam negeri maupun di tingkat internasional sebagai negara demokrasi yang memiliki komitmen penuh terhadap pluralisme umat manusia dan perlindungan terhadap hak-hak kaum minoritas.

Sumber : http://www.dw.com/id/kekerasan-agama-dan-ironi-islam-ekstrim/a-36207028

Cash flow




Cash flow (aliran kas) merupakan “sejumlah uang kas yang keluar dan yang masuk sebagai akibat dari aktivitas perusahaan dengan kata lain adalah aliran kas yang terdiri dari aliran masuk dalam perusahaan dan aliran kas keluar perusahaan serta berapa saldonya setiap periode.
Hal utama yang perlu selalu diperhatikan yang mendasari dalam mengatur arus kas adalah memahami dengan jelas fungsi dana/uang yang kita miliki, kita simpan atau investasikan. Secara sederhana fungsi itu terbagi menjadi tiga yaitu
Pertama, fungsi likuiditas, yaitu dana yang tersedia untuk tujuan memenuhi kebutuhan sehari-hari dan dapat dicairkan dalam waktu singkat relatif tanpa ada pengurangan investasi awal
Kedua, fungsi anti inflasi, dana yang disimpan guna menghindari resiko penurunan pada daya beli di masa datang yang dapat dicairkan dengan relatif cepat.
·Ketiga,capital growth, dana yang diperuntukkan untuk penambahan/perkembangan kekayaan dengan jangka waktu relatif panjang..
Aliran kas yang berhubungan dengan suatu proyek dapat di bagi menjadi tiga kelompok yaitu:
a) Aliran kas awal (Initial Cash Flow) merupakan aliran kas yang berkaitan dengan pengeluaran untuk kegiatan investasi misalnya; pembelian tanah, gedung, biaya pendahuluan dsb. Aliran kas awal dapat dikatakan aliran kas keluar (cash out flow)
b) Aliran kas operasional (Operational Cash Flow) merupakan aliran kas yang berkaitan dengan operasional proyek seperti; penjualan, biaya umum, dan administrasi. Oleh sebab itu aliran kas operasional merupakan aliran kas masuk (cash in flow) dan aliran kas keluar (cash out flow).
c) Aliran kas akhir (Terminal Cash Flow) merupakan aliran kas yang berkaitan dengan nilai sisa proyek (nilai residu) seperti sisa modal kerja, nilai sisa proyek yaitu penjualan peralatan proyek.
KETERBATASAN
Cash flow mempunyai beberapa keterbatasan-keterbatasan antara lain;
a)   Komposisi penerimaan dan pengeluaran yang dimasukan dalam cash flow hanya yang bersifat tunai.
b)  Perusahaan hanya berpusat pada target yang mungkin kurang fleksibel
c)  Apabila terdapat perubahan pada situasi internal maupun eksternal dari perusahaan yang dapat mempengaruhi estimasi arus kas masuk dan keluar yang seharusnya diperhatikan, maka akan terhambat karena manager hanya akan terfokus pada budget kas misalnya; kondisi ekonomi yang kurang stabil, terlambatnya customer dalam memenuhi kewajibanya.
MANFAAT
Adapun kegunaan dalam menyusun estimasi cash flow dalam perusahaan sangat berguna bagi beberapa pihak terutama manajement. Diantaranya:
1)  Memberikan seluruh rencana penerimaan kas yang berhubungan dengan rencana keuangan perusahaan dan transaksi yang menyebabkan perubahan kas.
2)  Sebagian dasar untuk menaksir kebutuhan dana untuk masa yang akan datang dan memperkirakan jangka waktu pengembalian kredit.
3)  Membantu menager untuk mengambil keputusan kebijakan financial.
4)  Untuk kreditur dapat melihat kemampuan perusahaan untuk membayar kredit yang diberikan kepadanya
LANGKAH-LANGKAH PENYUSUNAN
Ada empat langka dalam penyusunan cash flow, yaitu :
1. Menentukan minimum kas
2. Menyusun estimasi penerimaan dan pengeluaran
3. Menyusun perkiraan kebutuhan dana dari hutang yang dibutuhkan untuk menutupi deficit kas dan membayar kembali pinjaman dari pihak ketiga.
4. Menyusun kembali keseluruhan penerimaan dan pengeluaran setelah adanya transaksi financial dan budget kas yang final.

Sumber : https://ilmumanajemen.wordpress.com/2007/05/24/manajemen-keuangancash-flow/

Monday, May 8, 2017

Untung Rugi


Pilih mana ?
Omzet
Profit
Cash
Free cash


Bila anda seorang pengusaha, baik sebagai Owner, Distributor, Agen, Reseller, Dropshipper dsb tidak mengetahu perbedaan Omzet, Profit, Cash, dan Free Cash (Income) maka ini berbahaya. Kenapa? Karna untuk apa anda berbisnis kalau anda saja tidak tau mana yang dinamakan "Keuntungan bersih" dan "keuntungan Kotor" 

Kata-kata ini memang sering kita dengar namun kalau tidak tahu bedanya ya sama aja. Berikut akan coba saya paparkan perbedaan antara keduanya. 

" Omzet adalah Seluruh jumlah uang yang didapat dari hasil penjualan dalam jangka waktu tertentu namun belum dikurangi dengan biaya HPP (Harga Pokok Produksi) dan Expense (Gaji, Tagihan Listrik, Biaya ngiklan dll) "

Pokoknya Omzet itu seluruh yang yang didapat dari hasil penjualan selama jangka waktu tertentu (misal : Sebulan) tapi belum dikurangi dengan seluruh biaya yang udah kita keluarin untuk Produksi barang, Pemasaran barang, gaji karyawan, tagihan ini itu dll.

" Profit adalah Jumlah Uang yang didapat dari hasil penjualan dalam jangka waktu tertentu tapi sudah dikurangi dengan Biaya HPP (Harga Pokok Produksi) dan Expense (Gaji, Tagihan Listrik, Biaya Ngiklan, Pemasaran dll) "

Profit itu hanyalah laporan diatas kertas saja. Artinya Profit itu masih harus kita ubah lagi agar bisa menjadi Cash dan menjadi Free Cash ( Income).

Kalau Profit itu hanyalah laporang diatas keuangan saja maka 

" Cash adalah Uang yang nyata kita terima/masuk ke rekening bisnis kita yang dihasilkan dari hasil penjualan yang sudah dikurangi oleh seluruh biaya pengeluaran "

Nah, Cash ini juga harus kita bagi dua. Jangann semua cash ini kita nikmati ntar Bisnis malah jadi gagal. Atau sebaliknya, cash yang didapat diputar kembali untuk bisnis. Ini sama aja kita Berbisnis capek-capek tapi gak menikmati apa-apa.

Cash dibagi menjadi 2, yaitu :
1. Cash yang diputar kembali untuk berbisnis.
2. Free Cash.

Nah yang harus kita ketahui adalah yang kita nikmati itu adalah FREE CASH. Inilah target utama kita dalam berbisnis.

" Free Cash adalah uang yang bisa kita nikmati untuk kepentingan pribadi, keluarga maupun orang lain diluar sangkut paut dari bisnis kita. Dalam arti ini murni uang kita dari hasil berbisnis. Yang sesuka hati kita gunakan untuk hal apapun yang kita suka "


Nah sekarang sudah paham kan perbedaannya. Udah tau juta kan mana yang menjadi target utama kita ?

Yuk perbaiki Laporan Keuangan kita. agar bisa dapat Free Cash yang kita idamkan.  

Sedangkan Rugi adalah kondisi dimana harga penjualan lebih kecil daripada harga pembelian.

Rugi = Harga Penjualan < Harga Pembelian 

Untuk menemukan Jumlah Keuntungan, rumusnya:

Harga Penjualan - Harga Pembelian 

Sedangkan untuk menentukan jumlah kerugian, rumusnya adalah:

Harga Pembelian - Harga Penjualan 

Contoh:

Pak Joni Membeli sebuah sepeda seharga Rp. 90.000,- . Lalu dijualnya lagi dengan harga Rp. 100.000,-. Pertanyaannya:
a. Untung atau Rugi kah Pak Joni?
b. Berapa Besar Keuntungan/Kerugian Pak Joni?

Jawaban:

Karena soal pertama hanya menanyakan Untung atau Rugi kah Pak Joni, dan jika dibaca soalnya adalah Harga Jual lebih besar dari Harga Beli yaitu : Harga Jual > Harga Beli, maka Pak Joni Untung.

Sedangkan untuk pertanyaan kedua, karena Pak Joni untung, jadi rumus yang harus digunakan adalah Harga Penjualan - Harga Pembelian. Sehingga:

Besar Keuntungan = Harga Penjualan - Harga Pembelian

Besar Keuntungan = Rp. 100.000,- - Rp. 90.000,- 

Besar Keuntungan = Rp. 10.000,-

Jadi, Keuntungan Pak Joni sebesar Rp. 10.000,-

Karena kita telah mempelajari keuntungan dan kerugian dari harga penjualan dan pembelian, kali ini kita akan menentukan Prosentase Keuntungan dari Soal diatas, yaitu:

Jawaban:

Pertama kita harus mengetahui besar keuntungan yang didapat yaitu Rp. 10.000,-

Rumus:

Presentasi Untung = Untung : Harga Pembelian x 100 %

Presentasi Untung = 10.000 : 90.000 x 100 %

Presentasi Untung = 0,1 x 100 %

Presentasi Untung = 10 %

Jadi, prosentase keuntungan dari soal diatas adalah 10 %.

Sumber : 

  1. http://kumpulanbukubisnis.blogspot.co.id/2014/10/perbedaan-ozet-profit-cash-dan-free-cash.html
  2. http://fitramtk.blogspot.co.id/2013/01/pengertian-besar-untuk-dan-rugi-untung.html

Friday, May 5, 2017

Surga,bidadari dan pemburu surga ngacengan




Surga,bidadari dan pemburu surga ngacengan


Saya meyakini surga itu ada, sebagai reward dari Tuhan kepada hamba yang taat padaNya. Karena ketika kita taat, maka perjalanan di dunia pasti selamat. Inilah konsep keadilan yang sesungguhnya. Karena tidak mungkin yang jahat dan yang baik bercampur dalam satu tempat.

Tapi apakah surga itu adalah tempat kawin seenaknya?
Kalau melihat konteks -bukan teks- diturunkannya kitab suci, kita pasti mengerti bahwa itu turunnya kitab suci berada pada masa jahiliyah, masa ketika kebodohan berada pada puncak tertingginya.

Kitab suci selalu memakai bahasa sederhana sebagai perumpamaan. Ia mengambil contoh materi di sekitar, yang dikenal manusia. Seperti penggambaran surga harus ada sungai, pohon dan sebagainya untuk menggambarkan sebuah kenikmatan.

Tetapi sebenarnya yang disebut kenikmatan dalam surga pasti lebih tinggi dari itu dan lebih nikmat dari materi yang ada.
Seperti kata Imam Ali as, "kenapa dunia dinamakan dunia (adna)? Karena ia lebih rendah dari segala sesuatu". Jadi sebagus apapun materi di dunia, ia lebih rendah dari segala yang bersifat non materi. Dan surga adalah non materi. Sampe sini, Jonru garuk-garuk janggutnya.

Nah, kepada masyarakat Arab Jahiliyah yang kerjaannya tukang kawin, yang gendiknya bisa ratusan, maka cara mengajarkan kenikmatan surga tentu harus sesuai dengan kapasitas pemikiran mereka pada masa itu. Tidak mungkin kan surga dikabarkan ada liftnya, ada PS4, jadi bisa main game sepuasnya, karena pasti gak nyangkut di pikiran mereka.

Yang dikabarkan kenikmatan kepada mereka dalam bentuk yang mereka ketahui. Kenikmatana versi mereka adalah wanita, maka gambarkan wanita. Hanya di surga tidak bisa disebut wanita karena kurang menjual, maka disebutlah bidadari.

Cara menggambarkan bidadari harus sesuai dengan gambaran wanita yang tercantik di kepala arab jahiliyah pada masa itu. Padahal tidak ada yang tahu bagaimana bentuk bidadari, sebagaimana orang tidak tahu bagaimana rupa malaikat sesungguhnya. Begitulah adanya.

Jadi, terimalah konsep surga sebagai bagian dari keadilan Tuhan. Tidak perlu mewujudkannya dalam bentuk material. Anda kan manusia sekarang, bukan manusia pra sejarah yang harus diletakkan batu di depannya, trus di ejakan, "be aba, te utu.. batu".

Cuman memang sekarang ini semua serba terbalik. Zamannya maju, cara berfikir manusianya yang mundur. Jadi niat masuk surga hanya karena ngaceng olala, bukan karena akal menerimanya.


Sumber : http://www.dennysiregar.com/2017/01/surga-versi-jonru.html

Sunday, November 29, 2015

wirausaha ? dagang ?

Logika dagang :
uang 1 juta untuk apa ? jawab = modal
uang 10 juta untuk apa ? jawab = modal
uang 100 jt untuk apa ? jawab = modal
uang 300 juta untuk apa ? jawab = modal
uang 500jt untuk apa ? jawab = modal
uang 1 Miliar untuk apa ? jawab = modal....
kalo 2 Miliar untuk apa ? jawab, modal juga ....
Modal disini adalah dalam artian cashflow, yg sudah bergerak.
kok sudah sebanyak itu selalu dijawab untuk modal kerja ?...
kapan beli rumah ? kapan beli mobil baru ? kapan liburan ? gak kebeli-beli donk rumah ?...
1. jangan terlalu cepat mengkonversi hasil usaha, ke dalam aset2 real, disaat sedang merangkak dari bawah, nikmati saja terus perbanyak barang dagangan, toko dibikin cabang, tambah lagi bisnis disektor lain, sebenernya kalau hanya ingin naik kendaraan mewah, anda sewa saja uber , kemana anda ingin tuju, tapi kalau menikmati mengolah cashflow uang, untuk dibikin bidang2 bisnis, itu baru asik, dan akhirnya seorang pengangguran berubah menjadi orang yang super sibuk, mengurus berbagai macam lini bisnisnya.
2. banyak sekali orang diluar sana yang kalau untuk urusan gadget, kendaraan, untuk niat nya biar gaya, itu nomor satu, tapi keluar modal untuk usaha yg akan di buatnya 10 juta saja, mikirnya bukan kepayang, sedangkan membeli handphone seharga 10 jt saja dibela2in kredit, ini adalah mindset kebalik, menurut saya, dalam logika dagang, modal dan terus memperbesar cashflow lah yg menjadi prioritas, sembari terus bertahan , dan mengembangkan usaha di berbagai sektor.
3. bisnis itu semacam punya anak, bisnis pertama bisnis kedua , bisnis ketiga, jika bisnis pertama cukup untuk membiayai hidup anda setiap bulan, atau bahkan cukup untuk membiayai hidup anda setiap tahun, maka bisnis nomor 2 adalah untuk hal yang lainnya, dengan begitulah banyak pedagang itu nabung secara gak sadar, karena bisnis 1 , dan bisnis 2, dimana bisnis 1 untuk operasional rumah tangga, bisnis nomor 2, untuk ditabung, atau untuk membuka bisnis ke 3, yang penting kalau bisnisnya sudah ada 5 macam, jangan untuk istri ke dua dan istri ke tiga, istri maksimal 1.
4. jika anda mengelola bisnis dengan baik, dan sudah berjalan dengan lama, uang 200 juta, bisa untuk penghasilan anda 10juta - 30 juta setiap bulannya, ditambah lagi, anda ditahun ke 3, uang 200 jt tersebut sudah kembali ketangan anda, untuk di bikin kan bisnis lainnya, disana lah orang mulai melihat anda sibuk,
5. inti dari bisnis adalah melayani, pelayanan, serta share, sehingga orang lain rela mengeluarkan uang untuk membayar jasa/ produk anda, disanalah sudah sewajarnya apabila anda lihat gedung2 tinggi di sudirman jakarta, ya mereka itu mempunyai services, core, organisasi, yang membuat orang memakai jasa mereka, membeli produk mereka, kunci nya adalah jual dan beli, lalu broker, hanya 3 itu saja.
6. kekuatan modal finansial yang tidak di dukung dengan keputusan yg jernih, serta support sdm didalamnya yang baik, dan management yg baik, hanya akan merusak dan memperkecil modal, alias modal bisa menyusut, so ? kalau anda melihat orang yg sudah berdagang, lama, dan akhirnya besar, bisa jadi karena pinjaman bank, suntikan dana , namun bisa jadi karena, dia mengelola bisnsi dan usahanya dengan baik, karena modal akan bertambah dengan sendirinya, seiring dengan profit yang disisihkan untuk di putar ke roda gila cashflow, percuma saja ditanam modal 1 milyar rupiah, ketika dikelola dengan buruk, bisa-bisa di balikin, tinggal bersisa 10 jt, namun lain hal dengan orang yg memulai dengan baik usaha di modal 10jt, bisa jadi 3-5 tahun berjalan sudah di angka 500jt bahkan lebih, karena pengelolaannya sangat baik. so apa yang anda pikirkan dengan usaha anda sekarang? .. membuat bola salju dari sisi cashflow adalah sangat penting dan erat kaitannya dengan pelayanan serta service.
7. banyak orang yg sdh berpengalaman dagang, dengan uang 10 jt mereka bisa ciptakan 2 jt setiap bulan, alias dengan cashflow 100 jt pun 20jt setiap bulan didapat, dan seterusnya, untuk itu lah apabila anda depositokan uang 1M anda di bank, itu hanya dapat sekitar 4 juta rupiah tiap bulan, uang anda tidak ada artinya di depositokan, . . dari sini lah orang mulai berusaha mencari akal, mengutak atik, cara-cara agar bisa jauh diatas angka deposito, apakah nama cara itu ? nama caranya , berdagang / berwiraswasta / berusaha , jadi mengusahakan yang belum ada.
8. Kesaktian-kesaktian roda usaha dan roda bisnis, perusahaan perusahaan besar, yang membuat lulusan S1 FG, menyerah dan langsung meng-apply job ke perusahaan multinasional, sebegitu mengerikannya idealisme dibunuh atau terbunuh , dan langsung menyerah, ya memang begitu, realistis dan cepat, dan ingat, itu lah saktinya modal yang unlimited, namun jika anda berusaha / berdagang , melihat kompetitor mempunyai cashflow dan modal yg kuat, jangan patah semangat, hukum bola salju adalah, modal 10 jt pun akan jadi modal 100jt, jika anda mengelola dengan benar, tetapi sebaliknya jika anda tanamkan 100jt, itu akan menjadi 10 jt, cepat atau lambat, selama pengaturan sdm , management anda buruk, karena yang namanya gaji karyawan, sewa kantor, operasional, dan sebagainya itu semua di biayai dari ujung tombak perusahaan yaitu penjualan. kembali lagi semua itu kembali ke jual beli dan calo.
9. Sibuk melihat , menakar, mengira2, berapa modal saingan saya, itu akan sangat membantu saingan anda untuk mengalahkan anda, tanpa perlu berbuat apa-apa ke anda, karena anda terlalu sibuk dengan lihat lihat tetangga, dan anda tidak paham dengan hukum bola salju, dimana bola salju itu adalah sesuatu perjuangan keras, melawan waktu, melawan zaman, melawan semuanya, sehingga menjadi besar. ditambah pula anda memperlihatkan secara gamblang kelemahan mental anda, kepada kompetitor anda, kelemahan mental lebih mahal harganya ketimbang kelemahan anda kekurangan modal usaha, karena mental itu ibarat bahan bakar sekelas avtur pesawat, sementara kelemaham modal itu ibarat bahan bakar minyak tanah, perbandingannya. toh kalau posisinya langsung dibalik ke anda, pun bisa jadi bukan profit yang anda dapat malah hutang yg anda dapat di akhir, karena, perbekalan amunisi terlalu cepat, tidak sebanding dengan kemampuan managerial dan softskill anda berkembang. (bodoh) lebih tepatnya.
10. orang jualan koran bekas, bisa naik haji, orang jualan bubur buka dari jam 6 sampai jam 12 malam, bisa nyekolahin anaknya sampai keluar negri, orang jualan keripik pedas, cemilan dan kudapan, sekarang usaha properti dimana2, orang jualan bawang goreng, dimasukan kedalam toples plastik, sekarang pegang supply ke 2 hotel, orang jualan rak kayu dan aneka display, sekarang supply ke toko2 besar seperti gramedia, toyskingdom, toyscity, orang jualan ..... orang jualan ...... orang jualan ....... bla bla bla bla bla, semua kembali ke mengelolanya, memanagenya, dan lihat background bagaimana segempalan tangan bola salju yang pada saat awal bisnisnya sekarang sudah menjadi sebesar meteor yang sangat besar, kalau lah jualan kuaci tidak menguntungkan, maka anda tidak bisa menemukan kuaci2 di supermarket, mau merek cap gajah, bunga matahari, dan lainnya,
so, jualan apakah anda ?....
11. Seberapa kuat anda ingin sama persis dengan kompetitor anda ? memangnya anda mesin foto kopi ?, tanggal lahir, jam , tempat dibesarkan saja sudah beda, muka aja udah beda, bagaimana bisa anda mau tumpek blek copas sama persis ? setiap manusia punya otak, akal, fikiran, ide, kreatifitas, emosional, gagasan yang berbeda2, anda cukup ambil saja garis besar di bagian paling belakangnya, apakah itu ? cetak saja skor skor an uang nantinya berapa, tanpa perlu sama persis dengan kompetitor anda. semua ada jalan dan gaya masing2, satu2 nya orang yg bisa mengcopas persis sama seperti contohnya adalah si owner atau foundernya sendiri., bukan orang lain seperti anda.
12. ada tersirat 1 sukses mematikan 10 lainnya, adapula tersirat, 1 sukses , 10 yang lainnya ikut terbawa sukses, tentunya apabila tidak ada konflik interest yang beradu didalamnya, pakai saja cara anda masing-masing dalam memperbesar bola salju, karena hukum tersirat ini, memang benar ada tapi terkecuali untuk yang punya jalan dan pintar jeli mengambil celah di antara tembok, dinding yang tebal.
13. usaha / dagang yg hebat itu yg mampu bertahan dekade demi dekade, bukan dilihat dari apa yg sudah anda pamerkan ke orang2 dekat sekitar anda dari usaha anda. percuma anda pamer2 tetapi usaha anda dijadikan sapi perah untuk glamour dan gaya hidup anda. masih adakah usaha anda di 10 tahun kedepan ?
14. anda teriak modal kecil, gak bisa gerak, gk ada modal, gk ada modal, yakin ketika ada modal anda bisa seperti yang anda lihat ? , penambahan modal berarti penambahan workload, penambahan jam kerja, penambahan effort, penambahan kesibukan, penambahan pelanggan, penambahan setoran, penambahan aktifitas, urus saja aktifitas modal anda yg 10 jutaan itu dulu (contoh). semua melalui tahapan, proses tangga demi tangga.
15. jangan pernah anda melihat gaya konglomerat, / anak konglomerat / orang besar membuka bisnis, yang langsung menggeolontorkan dana ratusan juta , milyaran bahkan puluhan miyar hingga ratusan, mereka itu sudah punya softskill, pengalaman, serta jangan lupa, itu mungkin bisnis mereka yang ke 10, dan sudah di perhitungkan oleh risk management, dan di analisis feasible studinya, serta kalau amsiong pun ada 9 pelor lagi, buat anda yang masih lahiran anak bisnis 1, 2 , ya anda sendiri donk yang turun tangan perhitungkan semuanya, lagipula justru mereka itu sudah memperhitungkan menggelontorkan dana 10 milyar untuk jadi si bola salju itu 50 milyar atau lebih, makanya sampai bayar orang untuk memperhitungkan segala sesuatunya agar tidak salah, tetap saja intinya perkembangan, pertambahan, pertumbuhan, pembesaran. mereka punya kepentingan untuk menghitung sedetil mungkin agar tidak menyusut 1 mili meter pun ketika bola salju itu di jalankan.
16. inti dari pengusaha, wiraswasta, pedagang, itu hampir2 sama, sama2 mengusahakan yang belum ada menjadi ada, apakah itu yang belum ada menjadi ada ? yaa gak usah basa basi mencla mencle, jelas lah cashflow, putarn uang, didalam roda gila permainan usaha, bisnis, dagang, aktifitas jualbeli itu lah,
dulu main di awal 1 juta, sekarang bisa gak bertumbuh jadi main di 10 juta, dulu main di 10 juta, bisa gak sekarang jadi main di 100juta, sekarang main di 100 juta, bisa gak besok main di 500 juta ? ... nah kalau anda main 100 jt, anda ambil yang menjadi hak anda 10-20 juta, sah toh ? sahhhhhhh.... belum ada saya dengar pengusaha itu dulu main 100 juta, sekarang dia maunya main 10 juta, bahkan dulu main 100 jt, sekarang main 100 jt aja, si pengusaha udah stress karena itu menyalahi hukum bola salju. dalam artian usaha nya stagnan. kalau diawal anda main 10 juta, di akhir malah hutang 10 juta, anda ini sedang mengusahakan apa toh ?.
masih percayakah anda terhadap hukum bola salju ?

Semoga bermanfaat

Sumber : copas dari facebook