Translate

Monday, May 8, 2017

damai ya...





"Perdamaian yang sesungguhnya bukan semata-mata tidak ada ketegangan: melainkan adanya keadilan."

Henry Timrod, dikenal sebagai Penyair Istana Konfederasi, yang menulis puisi yang bersemangat yang menyebabkan banyak pemuda yang mendaftarkan diri sebagai Tentara Konfederasi selama Perang Saudara Amerika. Namun, setelah menyaksikan horor perang, ia menulis doa untuk perdamaian yang amat pedih:

"Tidak semua kegelapan negeri dapat menyembunyikan mata dan tangan yang terangkat; maupun konflik yang berdentang harus berakhir, untuk membuat-Mu mendengar jerit kami demi perdamaian."


Konsep damai membawa konotasi yang positif; hampir tidak ada orang yang menentang perdamaian; Perdamaian dunia merupakan tujuan utama dari kemanusiaan. Beberapa kelompok, berpandangan berbeda tentang apakah damai itu, bagaimana mencapai kedamaian, dan apakah perdamaian benar-benar mungkin terjadi.

Pengertian Damai dalam Islam

Pengertian al-Silm
    Term al-silm merupakan bentuk masdar dari سلم yang berakar pada kata s-l-m yang juga merupakan akar kata term islam. Artinya “aman” (to be save), “keseluruhan” (whole) dan “menyeluruh” (integral). Dalam kamus “An Arabic English Lexicon” disebutkan bahwa kata kerja سلم berarti (1) he was/became safe, he ascaped; (2) he was/became free from evils of any kind, from trial or affliction, from the affair, free from fault, defect, imperfection, blemish or vice.  Bentuk lain verba ini adalah اسلم yang berarti (1) he resigned or submitted himself; (2) he was/became resigned or submissive (E.W. Lane, 1413).  Dari kata اسلم itulah diturunkan kata اسلام yang berarti The act of resignation to God.  Terdapat dua pengertian, yaitu, ia menundukkan dirinya atau ia masuk dalam kedamaian (Ehrenfels and M. Sharif, 1952; Husaini, 1980: 5).
    Para mufassir memberi komentar yang beragam meskipun substansinya sama tentang term silm. Al-Thabarî misalnya, memberi makna “menyerah dan harapan untuk berdamai, demikian pula halnya dengan term shulh. (al-Thabarî, 1405 H., J 5: 119). Sementara itu Al-Marâghî mengartikan term silm dengan “tunduk dan patuh (al-Marâghî, 1970, J. 5: 113). Dari sini, kata Islâm yang seakar dengan term silm dan salm, adalah agama yang penuh kedamaian dan keselamatan (al-Marâghî, 1970, J. 9: 24). Dua buah kata, tunduk dan damai, merupakan kunci dalam pengertian Islam secara etimologis di atas. Pengertian semacam ini ditemukan dalam banyak literatur.

Pengertian Damai dalam Kristen

Damai ialah membereskan segala sesuatu dengan Allah (Roma 5:1)
Ketentraman atau damai ialah suatu pemberian dari Allah. (Johanes 14 : 27)
Damai muncul karena menurut hukum-hukum Allah.( Mazmur 119:165)

Pengertian Damai Dalam Hindu
Agama Hindu sebagai agama penerus Sanatana Dharma, dengan Pustaka Suci Veda sebagai pedoman perilaku dalam segala peri kehidupan penganutnya, memiliki nilai-nilai luhur (values) dalam menciptakan dan menumbuhkembangkan kedamaian di muka bumi.  Nilai-nilai yang dimaksudkan antara lain Ahimsa (tanpa kekerasan/tidak melakukan penyiksaan), Vasudeva Kutumbhakam (semua ciptaan-Nya bersaudara), Tat Twam Asi (Engkau adalah Aku), Tri Kaya Parisudha (Berpikir, Berkata, dan Berbuat yang baik dan benar), Tri Hita Karana (Keselarasan antara Tuhan, Sesama manusia, dan Lingkungan), Satyam Siwam Sundaram (Kebenaran, Kebajikan, dan Keharmonisan), sarwa prani hitangkarah (semoga semua makhluk berbahagia), loka samasta sukhino bhawantu (semoga yang disini dan di seluruh alam semesta dalam keadaan bahagia), Bhinneka Tunggal Ika Tan Hana Dharma Mangrwa (berbeda-beda tetapi tetap satu), dan sebagainya.

Pengertian Damai dalam Buddha
Dalam agama Buddha, terdapat prinsip untuk melindungi dan menghormati keyakinan bergama seseorang. Dicontohkan oleh Sang Buddha sendiri,  diantaranya adalah ketika ada seseorang bernama Upali hendak menjadi pengikutnya Sang Buddha memintanya agar ia berpikir matang-matang, dan juga agar selalu tetap menghormati gurunya (M.I. 378-380).

Pedoman dalam masyarakat Buddhis lainnya yang menganjurkan untuk mewujudkan sikap saling toleransi dan saling menghormati serta menjaga kerukunan beragama adalah dekrit Raja Asoka (abad ke 2 SM),

“Janganlah kita menghormati agama kita sendiri dengan mencela agama lain. Sebaliknya agama lain pun hendaknya dihormati atas dasar-sadar tertentu. Dengan berbuat demikian kita membuat agama kita sendiri berkembang, selain menguntungkan kerukunan dalam Prasasti Batu Kalinga No. XXII:pula agama lain. Jika kita berbuat sebaliknya kita akan merugikan agama kita sendiri, di samping merugikan agama lain. Oleh karena itu, barangsiapa menghormati agamanya sendiri dan mencela agama lain, semata-mata terdorong rasa bakti kepada agamanya sendiri, justru ia akan merugikan agamanya sendiri. Karena itu kerukunan dianjurkan dengan pengertian biar semua orang mendengar dan bersedia mendengarkan ajaran yang dianut orang lain.”

Konsepsi damai setiap orang berbeda sesuai dengan budaya dan lingkungan. Orang dengan budaya berbeda kadang-kadang tidak setuju dengan arti dari kata tersebut, dan juga orang dalam suatu budaya tertentu.

Ketiadaan perangSunting

Sebuah definisi yang sederhana dan sempit dari damai adalah ketiadaan perang. (bahasa Roma kuno untuk damai adalah Pax yang didefinisikan sebagai Absentia Belliketiadaan perang). Dengan definisi seperti ini, kita dapat menganggap CongoSudan, dan mungkin Korea Utara dalam keadaan damai karena mereka tidak sedang berperang dengan musuh dari luar.
Dan lagi, dengan definisi ini, kita sekarang tinggal di zaman dunia damai, tanpa perang aktif antara negara-negara. Perawatan perdamaian yang lama antar negara merupakan kesuksesan besar dari PBB. Damai dapat terjadi secara sukarela, di mana peserta perang memilih untuk tidak masuk dalam keributan, atau dapat dipaksa, dengan menekan siapa yang menyebabkan gangguan.
Kenetralan yang kuat telah membuat Swiss terkenal sebagai sebuah negara yang mempertahankan perdamaian sejak lama. Swedia sekarang ini memiliki sejarah perdamaian yang berkelanjutan terlama. Sejak invasi 1814 Norwegia, Kerajaan Swedia tidak melakukan kekerasan gaya-militer.

Ketiadaan kekerasan atau Setan; Keberadaan keadilanSunting

Membatasi konsep perdamaian hanya kepada ketiadaan perang internasional hanya menutupi genocideterorisme, dan kekerasan lainnya yang terjadi dalam negara. Hanya sedikit yang menggambarkan genocide yang terjadi di Kongo pada 1890-an sebagai sebuah contoh damai. Beberapa, oleh karena itu, mendefinisikan 'damai' sebagai ketiadaan kekerasan: tidak hanya ketiadaan perang, tetapi juga ketiadaan setan (evil).
Dan banyak juga yang percaya bahwa perdamaian tidak hanya ketiadaan dari kejadian sosial yang tragis. Dari sudut pandang ini, perdamaian tidak hanya ketiadaan kekerasan tetapi juga kehadiran keadilan, seperti yang digambarkan oleh Martin Luther King, Jr.. Dalam konsepsi ini, sebuah masyarakat di mana suatu grup ditekan oleh grup lainnya juga merupakan ketiadaan kedamaian, karena penekanan ini juga merupakan bagian dari setan.

Perdamaian jamakSunting

Beberapa pemikir perdamaian memilih membuat ide damai tunggal; dan mendorong ide banyak arti dari damai. Mereka berpikir tidak ada definisi tunggal yang benar tentang damai; damai, harus dilihat sebagai sesuatu yang jamak.
Contohnya, di Wilayah Danau Besar Afrika, kata damai adalah kindoki, yang menunjuk kepada keseimbangan yang harmonis antara manusia, dan dunia alam lainnya, dan juga kosmos. Pandangan ini lebih luas dari damai yang berarti "ketiadaan perang" atau bahkan "kehadiran keadilan".
Banyak pemikir yang sama juga mengkritik ide damai sebagai harapan dan yang akan terjadi pada suatu hari. Mereka mengenal damai tidak harus sesuatu yang manusia harus capai "suatu hari". Mereka menganggap bahwa damai hadir, bila kita menciptakan dan mengembangkannya dalam cara yang kecil dalam kehidupan sehari-hari, dan damai akan berubah secara terus menerus.

Damai dan tenang

Dalam beberapa hubungan, damai dapat menunjuk secara umum ke keadaan tenang - ketiadaan gangguan atau godaan.
Bagi orang yang sering bepergian ke daerah terpencil seringkali memperhatikan perbedaan antara tingkat kebisingan antara kota dan desa; oleh karena itu muncul istilah 'damai dan tenang'.

Damai dalam diriSunting

Satu arti dari damai menunjuk ke damai dalam diri; sebuah keadaan pikiranbadan, dan jiwa, yang dikatakan terjadi di dalam diri kita. Orang yang melakukan eksperimen dengan damai dalam diri mengatakan bahwa rasa ini tidak tergantung oleh waktu, orang, atau tempat, menekankan bahwa setiap individu dapat mengalami ketenangan dalam diri di dalam suatu peperangan.

Apakah kekerasan diperlukan?Sunting

Ada banyak pandangan yang menganggap apakah kekerasan dan perang dibutuhkan. Pengikut Jainisme, berusaha untuk tidak melakukan penderitaan bahkan kepada hewan dan pasifis seperti Anarkis Kristen melihat segala kekerasan sebagai penahanan-diri. Kelompok lainnya memiliki pendirian mereka sendiri yang bermacam-macam.

Contoh sejarahSunting

Propaganda Sekutu menyebut Perang Besar di Eropa sebagai "perang untuk mengakhiri segala perang." Meskipun Sekutu menang perang, Perjanjian 'Damai' Versailles yang dihasilkan hanya meratakan jalan untuk Perang Dunia II yang lebih berdarah. Sebelum kemenangan Sekutu, Bolshevik menjanjikan rakyat Rusia "damai, tanah, dan roti". Meskipun mengakhiri perang melawan Blok Sentral yang membawa bencana, Vladimir Lenin menjagal jutaan rakyat untuk mengkonsolidasi kekuatannya, dan penggantinya Josef Stalin malah menyebabkan terjadinya horor pada penduduk Rusia. Kegagalan tersebut mencerminkan masalah menggunakan perang dalam usaha mencapai perdamaian .


Indonesia bukanlah negara yang sedang berperan atau bersengeta
Indonesia itu damai

Kenapa ada orang-orang yang menginginkan terpecahnya perdamaian di Indonesia,dengan mengatasnamakan agama ?

Kenapa ada orang-orang yang menginginkan terpecahnya perdamaian di Indonesia dengan mengatasnamakan kekuasaan dan kepemilikan ?

Kenapa ada orang-orang yang menginginkan terpecahnya perdamaian di Indonesia dengan mengatasnamakan golongan ?

Terus kalau agama mu yang berkuasa,apakah kau bisa menjamin per"DAMAI"an ?

Terus kalau KAU yang berkuasa,apakah kau bisa menjamin per"DAMAI"an ?

Terus kalau GOLONGAN mu yang berkuasa,apakah bisa menjamin per"DAMAI" an ?


Mikir pake otak yang dingin dan damai

Rasakan pake hati yang tentram dan damai


Sumber : diolah dari berbagai macam sumber

Untung Rugi


Pilih mana ?
Omzet
Profit
Cash
Free cash


Bila anda seorang pengusaha, baik sebagai Owner, Distributor, Agen, Reseller, Dropshipper dsb tidak mengetahu perbedaan Omzet, Profit, Cash, dan Free Cash (Income) maka ini berbahaya. Kenapa? Karna untuk apa anda berbisnis kalau anda saja tidak tau mana yang dinamakan "Keuntungan bersih" dan "keuntungan Kotor" 

Kata-kata ini memang sering kita dengar namun kalau tidak tahu bedanya ya sama aja. Berikut akan coba saya paparkan perbedaan antara keduanya. 

" Omzet adalah Seluruh jumlah uang yang didapat dari hasil penjualan dalam jangka waktu tertentu namun belum dikurangi dengan biaya HPP (Harga Pokok Produksi) dan Expense (Gaji, Tagihan Listrik, Biaya ngiklan dll) "

Pokoknya Omzet itu seluruh yang yang didapat dari hasil penjualan selama jangka waktu tertentu (misal : Sebulan) tapi belum dikurangi dengan seluruh biaya yang udah kita keluarin untuk Produksi barang, Pemasaran barang, gaji karyawan, tagihan ini itu dll.

" Profit adalah Jumlah Uang yang didapat dari hasil penjualan dalam jangka waktu tertentu tapi sudah dikurangi dengan Biaya HPP (Harga Pokok Produksi) dan Expense (Gaji, Tagihan Listrik, Biaya Ngiklan, Pemasaran dll) "

Profit itu hanyalah laporan diatas kertas saja. Artinya Profit itu masih harus kita ubah lagi agar bisa menjadi Cash dan menjadi Free Cash ( Income).

Kalau Profit itu hanyalah laporang diatas keuangan saja maka 

" Cash adalah Uang yang nyata kita terima/masuk ke rekening bisnis kita yang dihasilkan dari hasil penjualan yang sudah dikurangi oleh seluruh biaya pengeluaran "

Nah, Cash ini juga harus kita bagi dua. Jangann semua cash ini kita nikmati ntar Bisnis malah jadi gagal. Atau sebaliknya, cash yang didapat diputar kembali untuk bisnis. Ini sama aja kita Berbisnis capek-capek tapi gak menikmati apa-apa.

Cash dibagi menjadi 2, yaitu :
1. Cash yang diputar kembali untuk berbisnis.
2. Free Cash.

Nah yang harus kita ketahui adalah yang kita nikmati itu adalah FREE CASH. Inilah target utama kita dalam berbisnis.

" Free Cash adalah uang yang bisa kita nikmati untuk kepentingan pribadi, keluarga maupun orang lain diluar sangkut paut dari bisnis kita. Dalam arti ini murni uang kita dari hasil berbisnis. Yang sesuka hati kita gunakan untuk hal apapun yang kita suka "


Nah sekarang sudah paham kan perbedaannya. Udah tau juta kan mana yang menjadi target utama kita ?

Yuk perbaiki Laporan Keuangan kita. agar bisa dapat Free Cash yang kita idamkan.  

Sedangkan Rugi adalah kondisi dimana harga penjualan lebih kecil daripada harga pembelian.

Rugi = Harga Penjualan < Harga Pembelian 

Untuk menemukan Jumlah Keuntungan, rumusnya:

Harga Penjualan - Harga Pembelian 

Sedangkan untuk menentukan jumlah kerugian, rumusnya adalah:

Harga Pembelian - Harga Penjualan 

Contoh:

Pak Joni Membeli sebuah sepeda seharga Rp. 90.000,- . Lalu dijualnya lagi dengan harga Rp. 100.000,-. Pertanyaannya:
a. Untung atau Rugi kah Pak Joni?
b. Berapa Besar Keuntungan/Kerugian Pak Joni?

Jawaban:

Karena soal pertama hanya menanyakan Untung atau Rugi kah Pak Joni, dan jika dibaca soalnya adalah Harga Jual lebih besar dari Harga Beli yaitu : Harga Jual > Harga Beli, maka Pak Joni Untung.

Sedangkan untuk pertanyaan kedua, karena Pak Joni untung, jadi rumus yang harus digunakan adalah Harga Penjualan - Harga Pembelian. Sehingga:

Besar Keuntungan = Harga Penjualan - Harga Pembelian

Besar Keuntungan = Rp. 100.000,- - Rp. 90.000,- 

Besar Keuntungan = Rp. 10.000,-

Jadi, Keuntungan Pak Joni sebesar Rp. 10.000,-

Karena kita telah mempelajari keuntungan dan kerugian dari harga penjualan dan pembelian, kali ini kita akan menentukan Prosentase Keuntungan dari Soal diatas, yaitu:

Jawaban:

Pertama kita harus mengetahui besar keuntungan yang didapat yaitu Rp. 10.000,-

Rumus:

Presentasi Untung = Untung : Harga Pembelian x 100 %

Presentasi Untung = 10.000 : 90.000 x 100 %

Presentasi Untung = 0,1 x 100 %

Presentasi Untung = 10 %

Jadi, prosentase keuntungan dari soal diatas adalah 10 %.

Sumber : 

  1. http://kumpulanbukubisnis.blogspot.co.id/2014/10/perbedaan-ozet-profit-cash-dan-free-cash.html
  2. http://fitramtk.blogspot.co.id/2013/01/pengertian-besar-untuk-dan-rugi-untung.html

Friday, May 5, 2017

Surga,bidadari dan pemburu surga ngacengan




Surga,bidadari dan pemburu surga ngacengan


Saya meyakini surga itu ada, sebagai reward dari Tuhan kepada hamba yang taat padaNya. Karena ketika kita taat, maka perjalanan di dunia pasti selamat. Inilah konsep keadilan yang sesungguhnya. Karena tidak mungkin yang jahat dan yang baik bercampur dalam satu tempat.

Tapi apakah surga itu adalah tempat kawin seenaknya?
Kalau melihat konteks -bukan teks- diturunkannya kitab suci, kita pasti mengerti bahwa itu turunnya kitab suci berada pada masa jahiliyah, masa ketika kebodohan berada pada puncak tertingginya.

Kitab suci selalu memakai bahasa sederhana sebagai perumpamaan. Ia mengambil contoh materi di sekitar, yang dikenal manusia. Seperti penggambaran surga harus ada sungai, pohon dan sebagainya untuk menggambarkan sebuah kenikmatan.

Tetapi sebenarnya yang disebut kenikmatan dalam surga pasti lebih tinggi dari itu dan lebih nikmat dari materi yang ada.
Seperti kata Imam Ali as, "kenapa dunia dinamakan dunia (adna)? Karena ia lebih rendah dari segala sesuatu". Jadi sebagus apapun materi di dunia, ia lebih rendah dari segala yang bersifat non materi. Dan surga adalah non materi. Sampe sini, Jonru garuk-garuk janggutnya.

Nah, kepada masyarakat Arab Jahiliyah yang kerjaannya tukang kawin, yang gendiknya bisa ratusan, maka cara mengajarkan kenikmatan surga tentu harus sesuai dengan kapasitas pemikiran mereka pada masa itu. Tidak mungkin kan surga dikabarkan ada liftnya, ada PS4, jadi bisa main game sepuasnya, karena pasti gak nyangkut di pikiran mereka.

Yang dikabarkan kenikmatan kepada mereka dalam bentuk yang mereka ketahui. Kenikmatana versi mereka adalah wanita, maka gambarkan wanita. Hanya di surga tidak bisa disebut wanita karena kurang menjual, maka disebutlah bidadari.

Cara menggambarkan bidadari harus sesuai dengan gambaran wanita yang tercantik di kepala arab jahiliyah pada masa itu. Padahal tidak ada yang tahu bagaimana bentuk bidadari, sebagaimana orang tidak tahu bagaimana rupa malaikat sesungguhnya. Begitulah adanya.

Jadi, terimalah konsep surga sebagai bagian dari keadilan Tuhan. Tidak perlu mewujudkannya dalam bentuk material. Anda kan manusia sekarang, bukan manusia pra sejarah yang harus diletakkan batu di depannya, trus di ejakan, "be aba, te utu.. batu".

Cuman memang sekarang ini semua serba terbalik. Zamannya maju, cara berfikir manusianya yang mundur. Jadi niat masuk surga hanya karena ngaceng olala, bukan karena akal menerimanya.


Sumber : http://www.dennysiregar.com/2017/01/surga-versi-jonru.html

Kenapa 1 ayat ?


Kenapa 1 ayat ?
Dari Abdullah bin Amr radhiyallahu ta’ala ‘anhu, bahwa Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
بَلِّغُوا عَنِّى وَلَوْ آيَةً
“Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat” (HR. Bukhari)
Seputar perawi hadits :
Hadits ini diriwayatkan oleh shahabat Abdullah bin ‘Amr bin Al Ash bin Wa’il bin Hasyim bin Su’aid bin Sa’ad bin Sahm As Sahmiy. Nama kunyah beliau Abu Muhammad, atau Abu Abdirrahman menurut pendapat lain. Beliau adalah salah satu diantara Al ‘Abaadilah (para shahabat yang bernama Abdullah, seperti ‘Abdullah Ibn Umar, ‘Abdullah ibn Abbas, dan sebagainya –pent) yang pertama kali memeluk Islam, dan seorang di antara fuqaha’ dari kalangan shahabat. Beliau meninggal pada bulan Dzulhijjah pada peperangan Al Harrah, atau menurut pendapat yang lebih kuat, beliau meninggal di Tha’if.
Poin kandungan hadits :
Pertama:
Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk menyampaikan perkara agama dari beliau, karena Allah subhanahu wa ta’ala telah menjadikan agama ini sebagai satu-satunya agama bagi manusia dan jin (yang artinya), “Pada hari ini telah kusempurnakan bagimu agamamu dan telah kusempurnakan bagimu nikmat-Ku dan telah aku ridhai Islam sebagai agama bagimu” (QS. Al Maidah : 3). Tentang sabda beliau, “Sampaikan dariku walau hanya satu ayat”, Al Ma’afi An Nahrawani mengatakan, “Hal ini agar setiap orang yang mendengar suatu perkara dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersegera untuk menyampaikannya, meskipun hanya sedikit. Tujuannya agar nukilan dari Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam dapat segera tersambung dan tersampaikan seluruhnya.” Hal ini sebagaimana sabda beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam, “Hendaklah yang hadir menyampaikan pada yang tidak hadir”. Bentuk perintah dalam hadits ini menunjukkan hukum fardhu kifayah.
Kedua:
Tabligh, atau menyampaikan ilmu dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam terbagi dalam dua bentuk :
  1. Menyampaikan dalil dari Al Qur’an atau sebagiannya dan dari As Sunnah, baik sunnah yang berupa perkataan (qauliyah), perbuatan (amaliyah), maupun persetujuan (taqririyah), dan segala hal yang terkait dengan sifat dan akhlak mulia Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Cara penyampaian seperti ini membutuhkan hafalan yang bagus dan mantap. Juga cara dakwah seperti ini haruslah disampaikan dari orang yang jelas Islamnya, baligh (dewasa) dan memiliki sikap ‘adalah (sholeh, tidak sering melakukan dosa besar, menjauhi dosa kecil dan menjauhi hal-hal yang mengurangi harga diri/ muru’ah, ed).
  2. Menyampaikan secara makna dan pemahaman terhadap nash-nash yang ada. Orang yang menyampaikan ilmu seperti ini butuh capabilitas dan legalitas tersendiri yang diperoleh dari banyak menggali ilmu dan bisa pula dengan mendapatkan persaksian atau izin dari para ulama. Hal ini dikarenakan memahami nash-nash membutuhkan ilmu-ilmu lainnya, di antaranya bahasa, ilmu nahwu (tata bahasa Arab), ilmu-ilmu ushul, musthalah, dan membutuhkan penelaahan terhadap perkataan-perkataan ahli ilmu, mengetahui ikhtilaf (perbedaan) maupun kesepakatan yang terjadi di kalangan mereka, hingga ia mengetahui mana pendapat yang paling mendekati dalil dalam suatu masalah khilafiyah. Dengan bekal-bekal ilmu tersebut akhirnya ia tidak terjerumus menganut pendapat yang ‘nyleneh’.
Ketiga:
Sebagian orang yang mengaku sebagai da’i, pemberi wejangan, dan pengisi ta’lim, padahal nyatanya ia tidak memiliki pemahaman (ilmu mumpuni) dalam agama, berdalil dengan hadits “Sampaikan dariku walau hanya satu ayat”. Mereka beranggapan bahwasanya tidak dibutuhkan ilmu yang banyak untuk berdakwah (asalkan hafal ayat atau hadits, boleh menyampaikan semau pemahamannya, ed). Bahkan mereka berkata bahwasanya barangsiapa yang memiliki satu ayat maka ia telah disebut sebagai pendakwah, dengan dalil hadits Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam tersebut. Menurut mereka, tentu yang memiliki hafalan lebih banyak dari satu ayat atau satu hadits lebih layak jadi pendakwah.
Pernyataan di atas jelas keliru dan termasuk pengelabuan yang tidak samar bagi orang yang dianugerahi ilmu oleh Allah. Hadits di atas tidaklah menunjukkan apa yang mereka maksudkan, melainkan di dalamnya justru terdapat perintah untuk menyampaikan ilmu dengan pemahaman yang baik, meskipun ia hanya mendapatkan satu hadits saja. Apabila seorang pendakwah hanya memiliki hafalan ilmu yang mantap, maka ia hanya boleh menyampaikan sekadar hafalan yang ia dengar. Adapun apabila ia termasuk ahlul hifzh wal fahm (punya hafalan ilmu dan pemahaman yang bagus), ia dapat menyampaikan dalil yang ia hafal dan pemahaman ilmu yang ia miliki. Demikianlah sabda Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam“Terkadang orang yang disampaikan ilmu itu lebih paham dari yang mendengar secara langsung. Dan kadang pula orang yang membawa ilmu bukanlah orang yang faqih (bagus dalam pemahaman)”. Bagaimana seseorang bisa mengira bahwa Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan orang yang tidak paham agama untuk mengajarkan berdasarkan pemahaman yang ia buat asal-asalan (padahal ia hanya sekedar hafal dan tidak paham, ed)?! Semoga Allah melindungi kita dari kerusakan semacam ini.
Diterjemahkan dari : “Ta’liqat ‘ala Arba’ina Haditsan fi Manhajis Salaf” Syaikh Ali bin Yahya Al Haddadi  (http://haddady.com/ra_page_views.php?id=299&page=24&main=7)
Penerjemah: Yhouga Ariesta
Editor: M. A.  Tuasikal


Sumber: https://muslim.or.id/6409-sampaikan-ilmu-dariku-walau-satu-ayat.html

Wednesday, February 8, 2017

INDONESIA MEMBANGUN ?

Sebelum membaca artikel ini ada baiknya kita bersihkan segala pikiran pro dan kontra siapapun,memihak sana dan sini ataupun iri sama ini dan sama situ. Penulis semampu mungkin bersikap netral dalam membuat artikel ini dengan melihat kondisi kekinian dengan bercermin pada kenyataan masa lalu.

Benarkah Indonesia sedang membangun ?
Jika kita bertanya apakah kita bangsa Indonesia membangun ada baiknya kita cek dulu otak kita.

1.jika anda berpikir Indonesia hanya jawa anda salah,ada 33 propinsi dari Barat sampai Timur
2.jika anda berpikir Indonesia hanya jawa dan Sumatra anda salah lagi,masih ada pulau-pulau terluar yang berbatasan dengan negara-negara tetangga masih belum tersentuh yang namanya pembangunan
3.jika anda berpikir anda sekarang sedang susah karena TDL naik maka pikirkan sodara sebangsa anda yang ada di desa atau dipedalaman hutan Borneo dan Papua yang belum tersentuh listrik sampai sekarang
4.jika anda berpikir anda susah karena tarif pengurusan BPKB naik maka pikirkan tentang kesehatan anda,apa yang terjadi jika anda tidak mengendarai kendaraan bermotor dan beralih ke sepeda (gowes)

Dari pengecekan otak diatas apakah sudah terbayang bagaimana caranya membangun Indonesia dari Timur ke Barat yang terpisah oleh luasnya lautan ? berapa biaya yang diperlukan untuk membangun kejayaan dan kesejahteraan bangsa ini ? jika biaya listrik,kenaikan tarif BPKB,dicabutnya berbagai macam subsidi yang sedang anda rasakan cukup untuk membangun negara ini anda saya rekomendasikan menghubungi psikiater terdekat 😁.

Mari berpikir lagi……
Indonesia sudah menjadi importir minyak sejak 2004 dan cadangan miyak Indonesia tinggal 3,6 miliar barrel,masih mau berpikir kalo Indonesia kaya minyak ?

Indonesia kaya ikan ?ya faktanya memang Indonesia sangat kaya akan ikan tapi menurut data dari KKP 5juta ton ikan Indonesia dicuri per tahun ny, belum lagi kapal-kapal nelayan Indonesia kalah besar kalah teknologi dan salah dalam segi SDM.

Indonesia Indah ?sangat benar Indonesia bagaikan zamrud khatulistiwa tapi sangat disayangkan kurangnya promosi menyebabkan kedatangan turis asing ke indonesia masih tertinggal dengan negara tetangga Malaysia yang mencapai 26 juta dan Thailand yang mencapai 29 juta kunjungan wisatawan mancanegara.

Karena kurang-kurang diatas tadi dan rencana pembangunan pemerintah seperti nya berbanding terbalik,dengan sangat terpaksa pemerintah harus berhutang untuk membiayai banyak nya pembangunan yang dilaksanakan sekarang,ingat hutang untuk membangun tidak untuk bantuan langsung tunai yang memanjakan rakyat,hutang untuk membangun infrastructure bukan untuk membesarkan subsidi yang tidak tepat.

Dengan kedudukannya sebagai presiden selama lebih dari 30 tahun , Suharto menerapkan strategi Pelita 1, Pelita 2 dst  ( Pelita : Pembangunan Lima Tahun ) setiap 5 tahun sekali tentunya dan jika belum turun , seharusnya Suharto sudah masuk Era Tinggal Landas …sangat fantastis.
Oleh karenanya Suharto disebut sebagai Bapak Pembangunan.
Walaupun banyak yang tidak setuju , tapi harus diakui pembangunan di era Suharto memang nyata adanya.

Kini di era pemerintahan Jokowi , apa yang anda rasakan ?
Hmmm…tidak salah lagi , pembangunan Infrastruktur .
Salah satunya contohnya adalah hampir setiap hari kita melihat pembangunan jalan , seperti tak henti-hentinya (  jaman dulu bangun jalan saat mau lebaran saja  ).
Hal ini pernah dikritik mantan Presiden SBY saat melakukan road show politiknya beberapa waktu lalu , ” kalau setiap hari bangun jalan , uangnya darimana ? ”
Ya , namanya juga Jokowi , kritik tersebut dibalas Jokowi dengan mendatangi proyek Hambalang yang mangkrak di era SBY karena kasus korupsi .
"Entah mau dilanjutkan atau tidak , yang jelas aset negara harus diselamatkan" , kata Jokowi saat itu.

Jokowi memang sejak kampanye mengatakan , kalau perekonomian negara ingin naik , infrastruktur harus dibenahi.

Hal inipun dikatakan Jokowi saat melakukan kunjungan ke Korea Selatan .
Dalam pidatonya Presiden Jokowi mengajak 450 pengusaha Korea Selatan untuk mempercayakan uang mereka untuk diinvestasikan ke Indonesia. Sebab, saat ini Indonesia sedang menerapkan pembangunan infrastruktur terbesar dalam sejarah.
“Pemerintahan kami meluncurkan program pembangunan infrastruktur terbesar, dalam sejarah negara kami. Anda dapat tanyakan para jurnalis di Indonesia, tanyakan pada duta besar. Saya percaya mereka semua akan terkejut melihat pembangunan di Indonesia,” kata Jokowi, di Seoul, Korea Selatan, Senin (16/5/2016).

Jokowi menuturkan pemerintah akan terus melaksanakan pembangunan infrastruktur hingga 2019 mendatang. Hal ini dilakukan sebagai persiapan menuju industrialisasi.
” Beberapa proyek pembangunan infrastruktur yang sedang dikerjakan saat ini adalah pembangkit listrik 35 ribu MW, 163 pelabuhan baru, 621 mil jalan tol baru, 2024 mil rel kereta, sistem irigasi untuk 1 juta hektar lahan, dan 49 bendungan untuk mendukung sistem irigasi itu “.

Silahkan di cek sendiri atau bertanya sama syaikh gugel keadaan perbatasan negara,berapa banyak jalan,rencana 7 bendungan di Nusa Tenggara dan masih banyak lagi yang sedang di bangun.

Pemerintah sekarang tidak jawa sentris,tapi Papua sentris,nusa Tenggara sentris,borneo sentris,sulawesi sentris dan masih banyak sentris-sentris yang lain.

Sayangnya rakyat sekarang yang merasa dirinya pintar dan tidak bisa dibodohi semakin kebablasan dalam memandang pembangunan besar-besaran ini,karena pintar malah gampang digampar isu2 murahan yang sengaja dilempar asu2 intelektual,karena merasa tidak bisa dibodohi malah semakin mudah digobloki,dicekoki dan diprovokasi manusia2 bersorban dengan mengatasnamakan agama dan rakyat.

Jika saja kita mau sedikit merenung dan mikir kenapa semua terjadinya pada masa sekarang maka akan  terang benderang dimana asal dan akan kemana ujung semua permasalahan akan berkhir.Coba saja dipikir dg hati tnang dan mulai mmbanyangkan jika anda memiliki kuasa dan sumber penghidupan yg sangat besar selama puluhan tahun tidak ada yg tdk hormati,selama puluhan tahun bisa mengontrol  roda pemerintahan dg kuasa dan uang yg anda miliki,tdk trhitung juga upeti yang diterima dari hasil membagi proyek lalu kemudian kurang dari 36bulan semua penghidupan,pendapatan dan upeti terhenti begitu saja apa kira2 yang akan anda lakukan ?(orang yg bisa menjawab biasanya orng2 yg pernah memegang tmpuk kekuasaan tertinggi dan biasanya saat sekarang terjangkit post power syndrome,kalo rakyat kecil yang menjawab biasanya pasrah atau mendekatkan diri pada Yang Esa dg ditambahi dalil)

Ah sudah lah mungkin harus begini jalan bangsa ini…….,mau kemana akhirnya hanya Yang Esa saja yang  lebih tahu (rakyat kecil yang berkeluh kesah 😊)

Penulis jg rakyat kecil yang mencoba berpikir dalam segala keterbatasannya,mencoba merenung dalam sendiri nya dan mencoba mengutak atik segala fenomena yg terjadi.
Banyak ibadah aja,jangan lupa makan dan istirahat biar sehat,tentu saja tetep …
#mikir